Itsme231019

Posts Tagged ‘personal

Kusempatkan aku menulis pikiran bercampur perasaan ku di ruang kebebasan yang selama ini sering tak terjamah dengan baik dan teratur.

Duh, rasanya rindu sekali bisa menghirup udara dan suasana negeri sendiri, kampung sendiri setelah sekian lama larut dalam rutinitas kerja yang garing bagaikan mesin.

Tapi untung ditengah-tengah geloranya nuansa kapitalisme dalam system kerja yang money oriented itu, masih kujumpai hari jum’at, karena pada saat itulah, aku bisa menikmati nuansa kemanusiaan. Aku bisa mendapatkan waktu lebih untuk mencuci baju dengan tenang dan masak sesuai kesukaanku.

Hidup dan bekerja di Saudi, dibutuhkan bukan saja kesabaran tapi juga kekuatan dan kecerdasan. Jika tidak cerdas dan berani, maka akan mudah dibodohi.

Aku sendiri awalnya minder karena tidak tahu apa yang mereka perbincangkan. Meski basically aku tahu bahasa arab, tapi bahasa arab yang dipakai disini lebih banyak gaya lokalitasnya.

Tapi alhamdulillah, bersama waktu, aku pun sedikit demi sedikit menyerap komunikasi mereka. Kesan yang saya tangkap adalah bahwa orang local disini menganggap bahwa berbicara keras dan lantang adalah hal lumrah saja. dan satu lagi, saya kerap mendengar kata “himar” yang berarti keledai. Kata “majnun” juga kerap muncul jika orang sini dalam kondisi marah. “Majnun” artinya gila. Tapi yang jelas, kata “inta himar” dan “inta majnun” adalah berkonotasi negative. Apakah offensive atau tidak, tergantung dalam situati dan hubungan apa kalimat itu digunakan.

Intinya, gaya komunikasi di sini banyak terjadi pelabelan terhadap orang lain. Personally saya tidak setuju karena bagi saya tidak kondusif dalam pergaulan sosial yang baik. Alhamdulillah meski saya hidup dalam lingkungan yang penuh dengan label-label negative, tapi saya bisa menjaga jarak dari budaya tersebut dan tetap dalam posisi saya bahwa label-label negative tidak baik kapanpun dan dimanapun.

Duh, rindunya jika saya bisa ketemu bayiku yang sempat saya gendong ketika dia berumur 1 bulan. Sekarang umurnya sudah satu tahun lebih dan dia sudah besar. Dia belum mengenali bapaknya, karena berada di negeri orang. Bapaknya sedang berkelana.

Kepada teman-teman blogger lain, saya senang sekali bisa bertukar pikiran, pengalaman dan unek-unek dengan sahabat semua. Semangat berdialog ini akan terus saya jalankan meski tak harus lewat blog.

Mungkin pada saat ini, aku akan menghilang sementara waktu dari dunia blog karena persoalan teknis saja. insyaAllah, jika memang ada kesempatan yang memungkinkan, saya senang sekali bisa melanjutkan pertukaran pikiran dengan sahabat semua.

Terima kasih atas segala komentarnya, semuanya layak untuk saya apresiasi dengan baik.

Terima kasih dan terima kasih.

Salam persahabatan.

Ahmad. Riyadh, Saudi Arabia.

2/8/2008

Advertisements

My wife said to me that she is envious when she witnesses the other couple of her neighbor caring their baby together as well as doing their errand. My wife said that she prefers to do the job together as her neighbor did. That is why, she always asks or even begs me to come back to Indonesia for sharing in family life. Yes she loves to get me living together with her and the lovely son.

Basically, I do want to have a life together with them but the situation simply hinder me to have such dream. I have to complete my two years job contract in Saudi Arabia. Besides, I have to earn some money here and sent it to support my family, my wife and lovely son. If I come back to Indonesia, I think it will be hard for me to get a job there, since the job opportunity is not always available especially that fits my skill. I my self do not know about my own special skill but I believe that everything can be done if I think that way.

To my wife, I said that it was not my intention to leave her and the baby. I went abroad (to saudi arabia) just to earn money with halal way. So my going was the matter about the love to the family. The intention was about how to rise the family. And the opportunity that time was going to saudi arabia as TKI. From the desert, i just scream in my deep down inside, I love you my baby, and the last but not least, I love you too my wife.

I told to my wife, that she had better feel proud of her self and I am really proud of her. It is no need to feel envious too much. I told her that she should take caring baby as a fun, so no feeling of burdern any more. I just hope that my wife can absorb my discussion with her through chatting.