Itsme231019

AhmadTea

Salam buat

he looks like he is

semua. Saya Ahmad Mulyadi terlahir di Bandung, kota kembang tea. (tapi sekarang gak relevan lagi). Saya orang biasa-biasa saja, tidak punya gelar apapun kecuali sebagai manusia saja yang punya impian dan harapan sekaligus berusaha mewujudkannya.

Secara education, saya pernah nyantri di pesantren Gontor hingga tamat. Marhalah saya dijuluki blue generation tahun 1999. Waktu itu, gontor diharu biru dengan warna biru.

di Gontor, saya pernah ditempeleng dan dirotan (dipukul dengan rotan) oleh bagian keamaan, bagian kebersihan dan bagian pengajaran karena dianggap melanggar aturan yang mereka bikin. saya pikir, hukuman fisik perlu dikaji ulang karena tidak kompatible dengan semangat pendidikan.

dimata saya, pendidikan adalah menyangkut kesadaran. pukulan bukanlah untuk menyadarkan tapi malah meruksak fisik. pendidikan adalah bagaimana nilai-nilai itu diresapi dan itu bisa dilakukan dengan fun dan bukan dengan kekuatan pukulan atau kekuatan rotan. itu kritik saya buat Gontor.

Saya juga pernah nyantri di UIN jakarta, tapi sayang, cuma sebentar, tidak sempat melanjutkan study karena financial support-nya kurang. di UIN, saya pernah belajar ilmu komunikasi. waktu itu, kondisi belajar dikelas, kondisi akademisnya masih kurang, karena saya merasa teman-teman dikelas belum memahami etika proses belajar. tidak jarang selama diskusi, ada teman-teman yang ngobrol kesana kemari dan tidak care dan respek terhadap pembicara. pun disaat dosen menjelaskan, suasana ribut tak jarang terjadi. Proses belajar mengajar sering tergunting oleh gerunjelan yang muncul dari deficit pemahaman tentang belajar yang baik.

Saat ini, saya terpelanting menemukan diri saya sebagai TKI (foreign labor) di saudi. saya bisa merasakan bagaimana kehidupan real anak bangsa di sini. kondisi mereka sangat memprihatinkan. proteksi hukum masih terasa mahal. saya pikir, mereka telah terperangkap menjadi victim dari keangkuhan sebuah jaringan bisnis yang besar yang beroreintasi pada laba dan materi. ternyata kerajaan materi telah menyingkirkan kerajaan rasa kemanusiaan. it has been happening even until this second !! who care to powerless people like TKI?

Saya menghendaki belajar dimanapun dan kapanpun. Saya yakin bahwa hidup ini adalah pembelajaran dan juga proses. Jadi perlu memasang pola pikir yang positif terhadap dunia. Kita rasakan dan alami, lalu kita alirkan pengalaman dan perasaan tersebut lewat tulisan dan itu adalah sebuah sejarah dan hidup kita.

my design

Saya juga yakin bahwa Indonesia akan maju, punya martabat, kalau seluruh elemen bangsa mau belajar untuk belajar. belajar untuk menghargai perbedaan, bahkan menerimanya sebagai bagian dari kehidupan kita.

Belajar untuk bekerja keras dan cerdas tentu saja. tidak mengeluh, dan selalu berfikir bahwa diri kita berguna buat kita dan buat orang lain. harus ada kesetiaan dan hubungan langsung antara apa yang diucap dengan yang diamalkan. Dari situlah akan timbul energi yang hebat.


Advertisements

45 Responses to "AhmadTea"

welgedewelbeh

salam kenal mas ahmad, mulut seneng dapat tamu anak muda yang penuh semangat begini…

@mulut.
perkenalannya saya terima. saya juga senang mulut bisa berkunjung ke gubuk kebebasan ini. kunjungannya merupakan penghormatan besar buat saya. anyway, pembangunan bangsa yang bernama Indonesia harus dimulai dari pembangunan karakter anak-anak bangsa, setidaknya dari lingkup kesadaran kita sendiri. thanks for your visiting my gubuk.

Saya ingat pepatah : “Perjalanan yang jauh dimulai dari langkah kecil.” jadi kalau ingin maju, memang harus dimulai dari sekarang.

Perubahan tidak terjadi sekejap mata. Perlu proses dan perjuangan. Satu orang memulai, diikuti satu orang lainnya. Dua jadi empat. Empat jadi enam belas. Begitu seterusnya.

Semoga .. dimasa depan kejayaan Indonesia bisa kembali lagi.

@Erander.
Betul apa yang Erander katakan bahwa perubahan itu harus terjadi lebih dulu sama orang yang menginginkan perubahan. Karena bisa saja orang menginginkan perubahan buat lingkungannya, tapi dia lupa untuk melakukan perubahan dalam dirinya. Oleh karenya, eksistensi diri perlu terus dikonstruksi kearah yang lebih rational sehat dan mencerahkan. Thanks atas kunjungannya buat erander.

Salam kenal oge ti simkuring…
majeng teras pantang mundur…

salam kenal ti simkuring…aladawam 96 hehhehe

4rbaryans.
salam perkenalannya ditampi pisan pak..heheh itung-itung merajut silaturahmi sebagai media bertukar ide dan pemikiran. thanks for encouragement to me.

4ian albantani.
kayaknya kang ian dari banten ya..hehehe oke deh salam kenal juga buat kang ian. kayaknya kang ian ini punya background dari pesantren atau dari madrasah soalnya ada aladawamnya..hehehe. anyway, thanks for visiting me.

SALAM KENAL OGE TI ABDI.
AJAT TEA

4 kang Ajat.
Sumuhun, salam kenalna ditampi pisan ku abdi. Abdi tos teurang, kang ajat sering komentar di situs punya mahasiswa jurnalistik UIN bandung. Kang ajat lumayan cukup aktif untuk mengisi dan meramaikan situs anak jurnalistik. saya dukung deh. have a nice posting…

salam kenal…
maap nih baru berkunjung (he…)
sebelumnya mo ngucapin terima kasih banyak
atas kunjungannya dulu ke blogg saya
hatoer noheon… ๐Ÿ™‚

4Wanoja.
kembali kasih juga buat wanoja. semoga tetap bersemangat. thanks juga for visiting my blog.
keep inspiring.
(ahmad)

Salam kenal A Ahmad.
Saya kecantol di sini abis dari Mas Fathan.
Mau nanya nih, Aa ini di Saudi, kuliah jg ‘kan?
Kalau gitu tolong yah, bisa kasih informasi Jamiah Islamia Madinah ga?
Hatur nuhun pisan.

Salam oge kanggo elbantanee.
Jujur kukatakan, saya terpelanting jadi apa yang disebut sebagai TKI di negeri orang. Tapi saya tidak tahu kenapa sobat punya dugaan kalau saya kuliah…? ya mungkin kuliahnya kuliah kehidupan…heheheh. mengenai Jamiah Islamia Madinah, wah saya kurang tahu..tapi kalau yang jamiah diriyadh, mungkin saya punya teman yang kuliah disini.
Thanks for visiting me.

met kenal ya….it’s nice blog

salam kenal bung ahmad

joseph

yap, ahlan ahlan ya mba vyedey…thanks for visiting my blog. it is like my space of my life.
thanks

LAn kenal kang AHmah.. kumaha damang?
mari kita berkawan dulur….

~abi

salam.
salam kenal juga buat kang abi. alhamdulillah abdi nuju sehat-sehat saja.
sip deh…cmon let us be friend to share and discuss
bravo and well done!!
ahmad

salam kenal…
salut atas “kejujurannya” terhadap gontor. saya sangat setuju bahwa pendidikan adalah untuk “menyadarkan”, bukan untuk “mematuhkan”

salam kenal juga buat kang vizon.
betul sekali, pendidikan adalah proses penyadaran dan bukan kepatuhan. saya appesiatif banget terhadap masukan dari teman-teman semua. tapi saya tidak tahu bagaimana kondisi gontor sekarang dalam mengaplikasikan proses pendidikan, apakah masih menggunakan pukulan atau tidak. mudah-mudahan kekerasan fisik diakhiri, diganti dengan metode yang lebih mencerdaskan dan masuk kedalam hati dan mind mereka. semoga.
ahmad

Salam kenal,
Blog yang sangat mendidik mas..saya asli ponorogo
rumah di Malo…. pernah di Gonrot juga konsul PO luar, cuma pe’ kelas 5..
Selamat berkarya n ma’annajah! ๐Ÿ˜†

Ass.
kang ahmad masih kenal ama saya.
ajat sudrajat tea.
anak uin bandung.
kang ahmada, saya mau minta bantuan ama kang ahmad.
kakak ipar saya (akhwat), tanggal 9 april lalu, nekat pergi ke arab lewat salah sati biro penylur tki tempat kerjanya di Bahrean (nama tempatnya, maaf kalo salah nulis. dia kesana untuk kerja disana alias jadi TKW.
kakak ipar saya di sana kerja jadi pengasuh anak berumur 1 bulan.
kang ahmad, kalo kang ahmad masih kerja di arab, saya mau minta bantuan.
pertama, pang ngapingkeun teteh abdi. cuma caranya bagaimana, mungkin kanga hamd lebih tahu.
dulu kang ahmad sempet ngasih tau kalo selain kerja, kang ahmad sok ngabantosan para tki nu kerja di arab.
terlebih kemampuan bahasa arab teteh saya not good.
trus satu lagi, saya di sini lagi ngegarap skripsi saya.
skripsi saya permasalahan tentang pemberitaan tindak kekerasan yang dialami para TKI.
dan saya minta batuan lagi ke kang ahmad.
biasanya jenis penganiyayan yang dialami oleh para tki asal indoneisa berupa apa saja.
sebelumnya hatur thank u. punten tos ngarepotkeun
balesannya kirim ke e-mail saya aja, alamatnya budak_jurnatea@plasa.com
wass.

salam.
buat kang ajat. insyaAllah saya masih kenal sama kang ajat, anak jurnal uin bandung tea. bravo bro.
kang ajat, tidak ada salahnya kita sharing. memang kondisi ekonomi indonesia yang carut membuat banyak anak bangsa terpaksa menjadi TKW/I. dan itu saya alami sendiri. saya akui, profesi tkw/i ini banyak didominasi orang-orang yang lemah baik secara ekonomi, pendidikan dan sebagainya. kelemahan-kelemahan inilah yang kemudian menjelaskan kenapa banyak sekali penganiayaan terjadi. penganiyaan biasanya berkelindan dengan kelemahan yang ada dipihak tkw/i dan kekuatan dipihak majikan. maka terjadilah hubungan yang selalu asimetris.
oleh karena itu, perlu ada kontrol. misalnya saja, keluarga yang di Indonesia harus punya data-data tentang PJTKI yang ada di Indonesia berikut kantor yang ada di kota tujuan dimana TKW bekerja, berikut data majikan. perlu diketahui juga, bahwa jumlah pjtki di Indonesia itu banyak sekali, ada ratusan pjtki, dan setiap pjki punya jaringan mitra di luar negeri, yang jumlahnya juga banyak. karena disana semacam ada kompetisi bisnis.
yang penting, kang ajat perlu menyimpan data-data itu semua sehingga kalau terjadi apa-apa, bisa diajukan kasusnya ke pjtki agar melaporkannya kekedutaan indonesia di luar negeri dinama tkw itu berada. pada tahap ini, fungsi kedutaan indonesia diluar negeri benar-benar di uji fungsi dan kredibilitasnya dalam melindungi warganya. tapi, realitasnya, tidak sedikit kedutaan qita yang tak menjalankan fungsinya secara benar, bahkan terjadi kondisi yang sebaliknya. mereka terkesan ignoran sama keluhan warganya.
saya pikir itu dulu, dan insyaAllah, tentang jenis penganiyaan terhadap tkw/i, akan saya pikirkan dan mencari informasinya dulu sehingga lebih akurat. tentu juga dari pengalaman dan observasi saya.
thanks and let us keep moving.
ahmad

salam.
buat azaxs, salam kenal juga.
wah, berarti kita terlahir dari kandungan yang sama. cuma, sedikit aja bedanya. gak jadi masalah, yang penting tetap melakukan pergerakan.
Gontor ada dimana-dimana harus kita buktikan dengan wajah yang baik dan cemerlang. saya pikir itu saja.
let us keep moving together.
ahmad

Ass.
kang ahmad, thank bgt bwat infonya.
ditunggu bwat info penganiayayannya.
hatur nuhun.
wslm.

salam kenal mas.alumni gontor y?aduh tetanggan dunk.ana alumni wali songo ngabar.ma’annajah

Saya yakin bahwa hidup ini adalah pembelajaran dan juga proses. Jadi perlu memasang pola pikir yang positif terhadap dunia. Kita rasakan dan alami, lalu kita alirkan pengalaman dan perasaan tersebut lewat tulisan dan itu adalah sebuah sejarah dan hidup kita.

yupz, sepakath banget, dah…
๐Ÿ™‚

btw, kmu ahmad tea, yah?
saya mah, pres-tea…
sama2 tea, dunkz…
*ootbanget.com*
:mrgreen:

salam kenal, ya….
semangat di saudi sana!
seneng ya, bisa berbagi lewat kata di dunia maya…
๐Ÿ™‚

buat presty larasati, saya ucapkan, salam kenal juga. wah, ternyata qita memang ada tea-nya…heheh..habis sih saya dari sunda, jadi sunda saya kebawa-bawa dalam blog. meski demikian, saya gak mau sukuisme memasung saya hanya karena saya dari suku sunda. yang jelas, keep respect aja sama budaya lain. betul gak?
yes, saya juga senang bisa berbagi pengalaman dan informasi serta cara pandang yang tentu saja tidak selalu sama sehingga bisa memperkaya cara pandang kita terhadap dunia. wow..dunia choy…hehehe.
let us keep moving aja together.
ahmad

Assalamualaikum…
Salam silaturahim…

waa’alaikum salam.
teh Muti, thanks atas kunjungannya.
salam tautan kasih sayang juga (silaturahim)
hehehe.

ass
kaifa haluk

ana marwan min padang. gima kabarx nih

antum dmna sekarang?……

askum aa ahmat tea gmna kabar x

asslamualikum
salam kenal kang ahmad….share info dong….saya mau kerja di riyadh….mau tanya2 tentang disana…
saya di dedeirvan@yahoo.com

hatur nuhun sateuacana

Oooh, Mulyadi toh!
Masih di Saudi rupanya. Cerita tentang TKI kita di sana memang memilukan Mul, semoga saja blogmu ini jadi semacam citizen reporting supaya membuka matahati kita semua. Sukses selalu ya.

Himawan, thanks for surprise comment. wellcome.
yes, i am still in the middle of the desert :). yes, our people here are often in terrible situation, they really lack protection because law here is still expensive for those who are powerless like the so called “TKW”.
i think to be tkw is the last resort when there is no other choice to run the life. to be tkw looks so easy but they will bear more and more risk when they arive in the destination. it is okay if the people going here is smart one, but the fact that most of them are not very smart and become the easy target to be fooled by the greedy employer.
i guess the legal protection is still on the paper and nothing in the real action.

anyway, thanks for visiting my blog. i am very shy because my blog is not updated.
thanks

maaf kesasar mas :mrgreen:

Masya Allah, dari kemaren saya penasaran dengan user ID itsme231019. Sering muncul di web bluegeneration699 dan di blognya Himawan. Hari ini, tanpa sengaja, saya menemukan blog ini. Saya sedang mencari Hikam Muhtadi, ngilang ditelan bumi, padahal dulu dia sering online. Ternyata ID tersebut milik Ahmad Mulyadi tho…. salam kenal lagi mul, ana Hendri, marhalah 699 juga, lakin zamanan ghoiru masyhur.. liannani sukut ๐Ÿ™‚

Assalamu’alaikum
Salam Kenal…. wah.. nice idea… sukses & teruskan perjuangan.. See you in myblog…

jangan mengkritik gontor

apapun itu jangan mengkritik gontor,

I know you guys, keep spitt

Punten Kang nepangkeun aa_geo,

Saya pikir pendidikan di Gontor yang seperti itu merupakan keunikan dan kelebihan Gontor itu sendiri. Saya pernah 3 tahun disana, dimana di tahun pertama saya ditempatkan di Darul Ma’rifat Kediri.
Saya juga mungkin langganan kena hukuman. Sampai telinga kiri saya rada budeg sampai sekarang gara2 kena multiple tempeleng.
Ketika kuliah saya di geologi dulu yang sama2 keras main fisik saya sudah kebal dan terbiasa. Pengalaman-pengalaman di sana membuat saya enjoy hidup di dunia eksplorasi, keluar masuk hutan, laut, dan dunia pengeboran yang terkenal keras.
Saya tetap berpikiran, pengalaman kekerasan itu tetap diperlukan dengan batas wajar seperti di Gontor. Toh buktinya adik2 kelas geologi yang diospek dengan lembek mental mereka kurang oke di lapangan. Manja, cepet stress, susah bersosialisasi, dll., malahan ada yang mati karena stress sehingga berbuat ceroboh.
So, kang, pendidikan seperti itu saya pikir wajar saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: