Itsme231019

Beri saya keadilan !!!

Posted on: March 18, 2008

Beri saya keadilan dong !!!. demikian aspirasi seorang tkw yang sempat kabur dari majikannya karena dia merasa hak-haknya tak pernah dipenuhi meski kewajiban dia sebagai pekerja rumah tangga sudah ditunaikannya.

Tkw tersebut bilang bahwa dirinya sempat terjatuh disaat bekerja karena tidak ada makanan untuk dimakan di rumah majikannya. Dia bilang tak jarang dia baru bisa makan sekitar jam 2 siang. Padahal untuk bekerja, saya butuh makan sebagai energi. Kasihan sekali.

Tkw tersebut sudah bekerja sekitar satu tahun lebih. Namun baru gaji dua bulan pertama yang sudah dikirimkan oleh majikannya ke Indonesia. Apakah uang yang dikirim itu sampai atau tidak, tkw tersebut tak pernah tahu, karena tidak pernah diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Bukti pengirimannya pun tak pernah diperlihatkan kepada tkw tersebut. Kasihan sekali.

Dalam hal bekerja, tkw tersebut kerap dibikin pusing oleh majikannya. Bagaimana tidak pusing, satu pekerjaan belum beres, dipaksa harus mengerjakan pekerjaan lain, terus pekerjaan yang lain pun belum sempat utuh, disuruh lagi untuk berpaling ke jenis pekerjaan lain. Hasilnya pekerjaannya berantakan tak karuan karena tidak diberi kesempatan untuk menyempurnakan pekerjaanya. Anehnya lagi, yang disalahkan lagi-lagi tkw itu sendiri yang dianggap tidak cepat dalam bekerja. Habis gitu, tkw tersebut diancam bahwa gajinya akan dipotong jika banyak terjadi kesalahan dalam bekerja.

Puihhh…….saya hanya bisa mengelus dada. Kalau saya menempatkan diri seperti tkw tersebut, ingin rasanya saya berontak. Lawong saya manusia sama seperti mereka yang butuh istirahat, butuh perhatian, butuh rasa, butuh makan, butuh rasa aman dan rasa keadilan.

Saya butuh keadilan, karena itu berilah saya keadilan. Begitu kira-kira statemen yang muncul dari jeritan tkw tersebut.

Melihat dari gambaran diatas, jelas pihak tkw merasa bahwa rasa keadilan itu telah dilukai majikannya bahkan pula oleh anggota keluarga di rumah tersebut.

Tkw tersebut punya anak yang ditinggalkan di Indonesia. Anaknya tentu saja butuh biaya untuk makan, untuk sekolah, untuk biaya kesehatan mereka. Tkw tersebut sedih dengan perlakuan dan sikap majikannya yang hanya bisa memeras keringat dan tenaga tkw tapi tidak tahu dan tidak mau tahu apa yand ada di hati dan pikiran tkw tersebut.

Setahu saya, agama mengajarkan bahwa upah atau gaji itu harus segera diberikan kepada pekerja sebelum keringatnya mengering. Ajaran yang mulia sekali. Namun ajaran tersebut sering kontradiktif dengan kenyataan. Tkw itu sudah cape dan kelaparan karena tak dikasih makan, masih saja disuruh ini dan itu padahal tkw tersebut tak lagi mampu melakukannya. It is beyond her ability.

Maka sangat wajar tkw tersebut menuntut keadilan. Give a justice !!!

Jika majikan mengharapkan tkw tersebut bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya sebagai pembantu rumah tangga, maka hak-hak tkw tersebut harus pula dipenuhi. Berilah makan yang layak. Berilah gaji tepat pada waktunya sesuai kesepakatan. Berilah waktu yang cukup untuk makan sehingga punya energi untuk bekerja dengan baik. Jika ada kesalahan dari pihak tkw, tunjukkanlah dimana letak kesalahannya dan berilah cara yang lebih efektif dan efisient secara sopan dan respek. Itu baru namanya manusia yang berhati nurani.

Tapi sayang, tidak ada jaminan bahwa tkw mendapatkan majikan yang berhati nurani seperti itu, pun perangkat hukum yang melindungi tkw masih banyak cacatnya terutama pada dimensi operasional dan kontrolnya.

So, just give us the justice if you are really a human

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: