Itsme231019

Laki-laki Gombal !!!

Posted on: March 12, 2008

Pagi ini dari bandung, istri saya mengeluhkan bahwa melalui hp, laki-laki yang beristri itu merayunya dan akhirnya menyatakan ingin menikahinya. Saya merasa janggal kok ingin menikai perempuan yang sedang punya suami? Istri saya merasa takut dan terganggu sekali dengan sikap laki-laki tersebut.

Alhamdulillah, istri saya bersikap jujur sama saya. Ia pun menceritakan kasusnya kepada saya sebagai suaminya.

Kepada istri saya, laki-laki itu bilang bahwa dia menyukainya. Ucapan ‘sayang’ pun kerap diungkapkannya melalui hp.
“Kalau suami kamu sayang kamu, gak mungkin dia meninggalkanmu”, ucap istri saya, mengutip ucapan laki-laki yang berinisial E itu.

Istri saya pun menjawabnya begini : “saya ridha suami saya pergi jauh, dan itu bukan berarti suami saya tidak sayang saya”.

Sebagai suami, sesungguhnya kepergian saya berkelana ke negeri orang bukan tanpa alasan. Dan istri saya sesungguhnya merasa berat untuk melepaskan saya pergi jauh apalagi harus meninggalkan sang buah hati. Namun demi masa depan, istri saya pun merelakan saya untuk melakukan hijrah kenegri orang untuk mencari mata pencaharian disana.

Jadi saya meninggalkan istri dan anak justru karena saya sayang dan care sama mereka. Apalah artinya dekat dengan istri dan anak, tapi malah tidak membawa perubahan positive. Karena kondisi didalam negeri dalam pengamatan saya belum memberikan pencerahan buat rakyat. Apalagi kompetesi yang tidak sehat, nepotisme, praktek korupsi masih saja bergentangan disetiap sudut instansi dan institusi.

Tapi saya heran kenapa laki-laki tersebut tidak respek terhadap istri saya dan saya sekaligus. Padahal dia sendiri memiliki istri yang harus diperhatikan dan disayangi. Tapi kalau pada saat yang sama, dia juga ingin menikahi perempuan lain bahkan yang sudah bersuami, alangkah rakus dan gombalnya laki-laki tersebut.

Bisa jadi, laki-laki tersebut tidak cocok dengan istrinya sehingga tergerak untuk mencari yang lain. Tapi tentu salah alamat jika dia ingin menikahi perempuan yang bersuami. Tentu saja hal itu akan meruksak rumah tangga orang lain.

Dalam konteks kepemimpinan, laki-laki tersebut tak layak jadi pemimpin. Karena untuk menjadi pemimpin, harus ada karakter kejujuran, tidak plintat-plintut, tidak mengkhianati, tidak banyak janji tapi palsu dan tidak mengambil hak orang lain (mencuri). Bahkan untuk menjadi suami pun, laki-laki gombal memang dipertanyakan kualitas kesetiannya.

Akhirnya, kepada istriku saya bilang, jangan pernah diangkat lagi telepone dia sehingga bisa menutup celah-celah semangat gombalnya. Karena dia bisa saja menyamar dengan nomor lain, maka kepada istriku saya bilang untuk tidak mengangkat nomor yang tak dikenal. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada istriku yang belajar untuk jujur dan terbuka dalam menyelesaikan masalah.

Sebagai suaminya, saya pun harus setia, setia antara kata dan perbuatan saya. Mudah-mudahan laki-laki itu bisa sadar bahwa perempuan itu tidak menyukai semangat gombal tapi semangat kejujuran dan keberanian. Gombal adalah sikap banci. C’mon, let us be a real man with dignity and get rid our selves from banci mentality

Advertisements

5 Responses to "Laki-laki Gombal !!!"

cerita nyata? astaghfirullah, buat someone yang inisialnya E, nyebut Mas, tobay woy, mandi pake air zam zam gih biar pikiran bener lagi. gila banget :mrgreen:

itulah romantikanya tinggal beda kota ma pasangan hidup ya Mad. saya gak mengalaminya sih, tapi pasti berat ya karena tau2 ada aja orang gak penting berusaha menjadi pihak ketiga dalam rumah tangga kita. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun.

buat istrinya Ahmad, jangan lupa untuk berdzikir dalam hati membaca Ayat Kursi, Al Fathihah dan Al Ma’tsurat khusus doa agar dijauhkan dari makhluk kayak E itu dan untuk jaga2 kalo nelpon atau ketemu lagi. Kalo dia nelpon lagi langsung tutup aja biar kapok! Saya pernah dzikir minta perlindungan waktu pedekate ma cowo error waktu jamannya jomblo dulu, alhamdulillah dia hengkang selamanya dan suami saya “menyelamatkan” diri ini, hehehe.

eh Ahmad maaf baru pindah blog lagi neh hehehe :mrgreen:

salam.
saya mengangkat suatu tulisan tentu berpijak kepada kenyataan yang saya rasakan, alami, pikirkan dan amati. jadi tulisan saya itu semacam kegelisahan melihat phenomena yang ada.
thanks atas second opinion dari mba yonna. laki-laki yang berinisial E itu tidak tahu etika bergaul dalam masyarakat. sehingga dia mindsetnya main serobot saja tak peduli apakah itu salah atau gak salah. memang payah. hehehe
tapi mba yonna, alhamdulillah, istri saya terbuka dan jujur jika dia dapat masalah. ceritanya sih, laki-laki itu punya saudara di kampung saya di Bandung. laki-laki tersebut akan mengirimkan uang ke saudaranya tersebut, orang yang akan dikirim uang itu tak punya nomor rekening. saudara laki-laki E tersebut minta bantuan sama istri saya. karena ingin menolong, istri saya pun memberikan nomor rekeningnya ke laki-laki E tersebut. jadi istri saya itu sebagai mediator pengiriman uang dari si E buat saudaranya yang sekampung dengan istri saya.
untuk pengecekan, istri saya sering ditelepone oleh si E tersebut, tapi seringkali isi pembicaraan dari si E tersebut diluar konteks pengiriman uang. kata sayang sering diumbar dan akhirnya ternyata si E tersebut ingin menikahi istri saya, padahal dia sendiri masih punya istri.
saya hanya ingin mengatakan bahwa si e tersebut terlampau rakus. payah banget.
anyway, thanks atas nasehatnya.
ahmad. tki saudi arabia

ya betul, gak sangka, maksudnya menolong malah dilabain ma cowok gelo gitu :mrgreen:

emang dasar cowok genit aja tuh, seneng ngelabain cewek laen apalagi istri orang padahal udah married juga….ckckckck…bad person!

saya pribadi aja risih ngebayanginnya apalagi Ahmad dan istrinya ya?! ya sud, salam buat istrinya ya, moga2 Ayat Kursinya mempan hehe.

salam. thanks mba yonna for your nice comment. heheh.
oya mba, alhamdulillah, istri saya tegas dan ketegasan itulah yang membuat laki-laki itu kapok. “mengganggu rumah tangga orang lain” tulis istriku lewat chatting. ya, laki-laki itu intruder banget dan tidak tahu etika pergaulan.
main serobot saja dan selalu menjustifikasi bahwa tindakannya on the right track. capek deh.
he thinks for his own interest.
gimana juga tuh kalau orang kayak gitu dijadikan pemimpin..bakal ruksaklah tatanan hidup ini. corruption will be widespread.
thanks for a smart comment from you.
ahmad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: