Itsme231019

Betulkah “kamu harus sabar dalam menghadapi cobaan ini” saja?

Posted on: March 7, 2008

Saya ingin mempertanyakan kalimat diatas, karena konsep kesabaran yang selama ini saya pahami masih mengikuti arus mainstrem yakni kesabaran dalam konteks menghadapi ujian atau cobaan. Tapi saya berusaha untuk melihat kemungkinan nuansa lain dari konsep kesabaran ini.

Ketika saya mendengar kata “sabar” dalam konteks menghadapi cobaan, maka persepsi saya langsung meloncat kepada suatu keadaan dimana seseorang yang terkena cobaan tersebut diharapkan untuk bisa menerima kenyataan namun tetap menjaga keseimbangan dirinya. Namun demikian, konsep sabar ini seringkali dipahami secara kurang tepat sehingga menimbulkan prilaku yang pasif pada orang yang bersangkutan.

Oleh karena itu, bisa jadi ada sebagian kelompok orang yang berfikir bahwa bersabar artinya menerima kenyataan secara pasif dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Pada titik inilah, konsep kesabaran perlu diuji kembali.

Agama termasuk Islam mengajarkan prilaku sabar. Maka dalam al-qur’an dapat ditemukan ayat-ayat tentang ajaran kesabaran.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِين (2 : 153)

Yang artinya : “wahai orang-orang yang beriman, carilah pertolongan dengan kesabaran dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (QS 2 : ayat 153)

Dari ayat atau pesan diatas, saya hendak mempelajari bahwa ternyata keberimanan seseorang sangat berkait dengan konsep kesabaran.

Saya hendak menelusuri arti asal dari kata sabar ini. Tentu saja kata “sabar” dalam bahasa Indonesia bersumber dari bahasa Arab yakni “shabrun” (صبر ). Dalam bahasa arab, kata sabar ini memiliki makna pengekangan (حبس ) atau ( منع ) penolakan (terhadap diri = نفس / self). Dengan demikian, konsep sabar ini punya keterkaitan erat dengan pengendalian diri sehingga muncul keseimbangan. Orang yang seimbang secara mental dan akal adalah orang-orang yang punya tingkat kesabaran yang bagus. Dengan demikian, bersikap sabar bukan saja berlaku ketika menghadapi musibah saja, melain juga berlaku pada berbagai situasi.

Kesabaran mengingatkan bahwa kekayaan yang kita miliki jangan sampai membuat kita sombong dan jagnan sampai cenderung meremehkan orang lain atas dasar materi.

Jika kesabaran ini punya makna pengendalian terhadap diri, maka saya pun jadi ingat tentang konsep Freud mengenai struktur pikiran manusia yang terdiri dari tiga aspek : id, ego dan superego.

Id merupakan naluri primitive manusia. Seperti naluri seks dan agresi. Saya bisa mengatakan bahwa aspek id ini sama dengan naluri yang terdapat pada hewan. Id ini mendorong seseorang untuk mendapatkan sesuatu dengan segera, tidak melihat apakah itu haram atau tidak, main serobot saja.

Ego berfungsi me-mediasi Id bahwa praktek korupsi itu tidak baik karena bisa menyengsarakan rakyat banyak. Contoh lain adalah ketika Saya begitu marah sama guru saya, dan id mendorong saya untuk memukulnya. Tapi ego berkata sama saya bahwa orang yang ingin saya pukul adalah guru saya yang bisa memecat saya dari sekolah. Dengan demikian, fungsi ego ini untuk membenturkan fakultas id pada realitas.

Sementara superego berada pada level “etika” pergaulan. Pada konteks ini, superego berusaha mengontrol aspek id agar tidak berjalan semau gue.

Saya melihat konsep kesabaran ini mirip dengan konsep superego dari ilmuwan bernama freud.

Maka, salah besar jika kesabaran membuat manusia menjadi pasif ketika menerima dan menghadapi musibah atau masalah. Sebaliknya, kesabaran justru menyuruh manusia untuk mengikuti aspek rasionalitas ketika musibah menghimpit.

Kesabaran semestinya harus dianggap sebagai kekuatan dan kemampuan untuk menunda kesenangan temporer untuk meraih kebahagiaan yang lebih hakiki. Kesabaran juga semestinya menjadi cambuk untuk lebih bersedia melihat kembali kedalam diri untuk bisa melangkah lebih mantap dan melesat.

Kesabaran juga dalam idiom pergaulan sehari-hari sangat identik dengan ketekunan. Orang yang tekun adalah orang yang berusaha dan mampu mengerjakan sesuatu secara teliti. Dengan demikian, orang yang sabar adalah juga orang yang teliti dalam mengerjakan sesuatu.

Maka ketika musibah datangpun, kesabaran menyuruh manusia untuk memahami kenapa dan bagaimana musibah itu terjadi sehingga dapat dipetik hikmah dan pelajaran agar musibah yang sama tidak terjadi lagi.

Saya jadi ingat tulisan seseorang tapi saya lupa lagi namanya. Bahwa bangunan masjid bisa saja ambruk jika terkena petir karena tidak memakai alat penangkal petir, sementara bangunan diskotik akan tegap berdiri meski terkena petir karena memakai alat penangkal petir. Jadi sesungguhnya Tuhan itu ingin mengingatkan bahwa garansi keselamatan dari marabahaya itu tidak cukup dengan keimanan buta tapi justru harus disertai dengan kekuatan rasionalitas. Maka adalah cara berfikir yang salah jika menganggap bahwa masjid itu rumah tuhan dan dengan sendirinya akan terbebas dari bahaya petir.

Akhirnya saya hanya ingin mengungkapkan bahwa kesabaran adalah kemampuan untuk menekan aspirasi primitive dalam diri dan mengikuti etika tertinggi yang terjadi pada kehidupan realitas

Advertisements

3 Responses to "Betulkah “kamu harus sabar dalam menghadapi cobaan ini” saja?"

OK BANGET ARTIKELNYA MENAMBAH ILMU LAGI DEH GW UNTUK MENATA JIWA INI AGAR BISA SABAR DALAM KEHIDUPAN INI…

Penjabaran tentang hakikat sabar di atas terlalu primitif dan kampungan secara teologis dan standartnya logika akal melulu dilihat dari sisi lain sangat persial dan subjektif kalau standar ilmu para ulama’ sangat kurang memenuhui syarat.
baik dari teks mamupun dari konteks SABAR adalah
menerima conbaan/musibah dan sabar meninggalkan larangan/kemaksiatan baik zohir maupun batin.
1. Karena iman itu dua paroh, separoh adalah sabar danseparoh lagi adalah sukur “Danmintalah pertolongan (kepada allah) dengan sabar dan shalat” (Al Baqarah: 45)
2. Larangan melakukan sebaliknya FirmanNya
“Dan janganlah ,kalian bersikap lemah (pasif) dan janganlah (pula) kalian bersedih hati (Ali Imran: 139
3. Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan merela itulah orang-orang yang bertaqwa (Al Bajqarah: 177) dan ayat yang lain masih banyak lagi menerangan tentang sabar (baik secara teks maupun konteks) tidak condong salah satu teks maupun konteks seperti tafsir primif condong akan kebebasan akal, seperti di atas, tafsir yang benar adalah ada keseimbangan baik nakli maupun akli bukan kalau condong konnteks dalam arti penyimpang seperti di atas pemahaman sabar primitif /kampuingan, berlebihan/hiperaktif.
Syaikul Islam Ibn Tamiyyah berkata: “dengan kesabaran dan keyakinan dapat diporoleh kepemimpinan dalam agama”. lalu dia membawa ayat
“Dan, Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar, dan mereka meyakini ayat-ayat Kami (As sajadah: 24)”
Umar RA berkata hidup yang paling baik ialah yang kami lalui dengan kesabaran. bahwa ini jelas sabar disini bukan pasif tetapi aktif seimbang dalam arti berdasar ilmu dan kira-kira atau kebenran/kepantasan publik sebagaimana paham pluralisme/relativisme / serba ngambang memengnya keyakinan/kepercayaan serba canggung dan kelompok ini berusha keras untuk menjinakkan islam moderat/konservatif (islam asli) sedangkan selainnya islam palsu aliyas islam ragu-ragu/ ragu-ragu terhadap islam.
maaf ini kembali kepada sabar hadist di bawah ini subah menyangkat secara keseluruhan tentang sabar hadist ini sangat dijauhui oleh kaum pluralism karena secara teks maupun konteks tidak menguntungkan bagi mereka ni coba telaah..!?
“Sungguh menakjubkan urusan iorang mukmin. sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan baginya, dan yang demikian itu tidak dimiliki kecuali orang mukmin saja. Jika mendapat kesenagan, dia bersukur, maka itu merupakan kebaikan baginay, dan jika ditimpa penderitaan, dia sabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Ada tiga Jenis lain dari sabar
1. Sabar karena pertolongan Allah. artinya
mengetahui bahwa kesabaran itu pertolongan Allah dan Allalah yang memberikan kesabaran, sebagaimana firmanNya:
“bersabarlah, (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan .pertolongan Allah” (An Nahl: 127)
2. Sabar ,karena Allah, Artinya:
Pendorong sabar adalah cinta kepada Allah, mengharap wajahnya dan takarrub kepadaNya dan bukan untuk menampakkan .kekuatan jiwa dan ketabahan kepada manusia atau tujuan-tujuan lain.
3. sabar beserta Allah, Artinya;
perjalanan hamba bersama kehendak Allah, yabng berkaitan dengan hukum-hukum agama dan sabar dalam melaksanakan hukum-hukum itu dan menagakkannya. dan masih banyak sekali tentang sabar menurut ulama’ sedangkan sabar menurut paham pluralis tidak diketemukan sabar yang demikian sebab kaidah Ushul serta rujukannya beda.:
Rujukan Kaum Pluralis Aristoteles/plato/al-bustami/ibn Arobi….syaik siti Jenar/……. sampai ..harun Nasution…Cak Nur ColisM, su Ulil…

sabar disayang tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: