Itsme231019

Sayang Pada Tempatnya

Posted on: February 8, 2008

Saya betul-betul tidak mengerti kenapa kata “sayang” ini begitu banyak terucap dari mulut banyak orang. Seakan ucapan “sayang” ini menjadi menu verbal sehari-hari dalam berinteraksi.

Waktu saya tinggal di jakarta, teman saya yang laki-laki memanggil temannya yang laki-laki juga dengan panggilan sayang. Saya tahu, panggilan tersebut sebagai “joking” belaka.

Kemudian, entah kenapa, saya juga kerap mendengar kata “sayang” ini begitu mudah terucap setidaknya dikalangan teman-teman saya ketika mereka ngobrol dengan temannya baik sesama jenis atau lawn jenis. Seakan-akan kata “sayang” ini menjadi bumbu yang penting dalam berkomunikasi terutama dikalangan orang yang memang sudah saling mengenal.

Oleh karenanya saya bisa mengatakan bahwa ucapan “sayang” ini sangat sering terjadi dalam komuniasi yang sifatnya sudah interpersonal. Seperti hubungan sosial dengan orang-orang terdekat dalam keluarga, dengan teman, dengan kekasih, atau pasangan suami istri.

Dan belakangan, kekasih saya mengeluh karena ia merasa dipaksa untuk menerima ucapan “sayang” dari seorang laki-laki yang mengenalnya. Kepada laki-laki tersebut, kekasih saya menegaskan bahwa dirinya tidak layak menerima kata “sayang” karena sudah punya komitment dengan kekasihnya yang lagi jauh di negeri orang. Namun laki-laki tersebut nampaknya bersikeras bahwa tindakannya tidak bermasalah. Kepada saya, sang kekasih lalu bilang bahwa laki-laki tersebut sudah beristri.

Saya pikir kok istrinya membiarkan suaminya mengumbar dan mengobral kata ” sayang” kepada perempuan lain yang sudah bersuami sekalipun. Bukankah istrinya lebih berhak mendapatkannya? saya tidak tahu persis apakah istrinya marah atau tidak?

Saya sendiri sih, rasanya gak enak dan tidak etis jika harus mengobral kata “sayang” begitu saja kepada sembarang orang, di sembarang tempat dan disembarang waktu. Saya pikir, dalam berkomunikasi, ada rambu-rambu komunikasi yang musti diperhatikan.

Dibenak saya, ucapan “sayang” itu sangat special sekali dan sangat interpersonal. Sehingga tidak sembarang orang yang harus di sapa “sayang”.

Saya agak terganggu dengan sikap pemaksaan laki-laki tersebut, apalagi dia tahu kalau perempuan yang disapa “sayang” tersebut sudah berkomitmen dengan kekasihnya yang lagi jauh di negeri orang dan menunjukkan keberatannya untuk menerima ucapan tersebut.

Lalu saya pun berfikir, ah jangan-jangan, laki-laki tersebut berusaha memanfaatkan keadaan. Dalam fikirannya bisa jadi, perempuan yang jauh dari kekasihnya akan mudah terkena virus kesepian sehingga dianggap kesempatan untuk menggaet hatinya. Tapi untunglah, kekasih saya itu setia, jujur dan berterus terang kepada saya tentang prilaku laki-laki tersebut apa adanya.

Sebenarnya sih, saya menyimpan setidak-tidaknya 3 perasaan ketika hal itu terjadi, yakni cemburu, salut, dan jengkel.

Saya merasa cemburu, karena saya tidak menerima jika kekasih yang mencintai saya dan sebaliknya, direbut oleh pihak ketiga yang memang sudah tahu tapi berusaha menyerobot. Kecemburuan ini berlanjut menjadi rasa jengkel terutama ketika laki-laki tersebut menjustifikasi bahwa tindakannya tidak apa-apa. He thinks for his own benefit.

Dan ketiga, saya salut ketika kekasih saya itu berusaha berterus terang dengan apa yang terjadi. Memang kesetiaan sangat berkait berkelindan dengan kejujuran dan keterbukaan. Saya bersyukur bisa membangun iklim keterbukaan dengan kekasih saya tadi.

Sebenarnya sih apa yang dimaksud dengan ucapan “sayang” tersebut? Pertanyaan ini membuat saya mencari padanannya dalam bahasa lain.

Ada beberapa kata dalam bahasa inggris yang menunjukkan kata “sayang” tersebut diantaranya ” affection, darling, honey”. Dan barangkali semua itu bermuara pada satu kata yakni “love”

Dalam bahasa arab saya menemukan banyak sekali kata-kata yang menunjukkan “sayang” tersebut, diantaranya : عاطفة , شعور, حب, حنان, غرام, رحمة, عشق, وجد dan masih banyak lagi. Saya menduga, bahwa kata-kata tersebut punya konteksnya sendiri-sendiri dalam mengekspresikan rasa sayang.

Saya sendiri melihat jika saya menyayangi seseorang maka saya harus menjaga hatinya dan berusaha membuat dia nyaman. Jika saya kemudian mengobral rasa sayang saya dengan yang lain, maka tidak kah saya telah melukai sang kekasih? Sure, it really hurts. Dan jika kemudian kekasih saya tadi berbagi sayangnya dengan yang lain, apakah hati saya tidak akan ambruk? Sebagai manusia, saya punya rasa cemburu dan itu indikasi kuat dari cinta. Bukankah Tuhan adalah pencemburu? Setidaknya itulah yang saya pahami.

ahmad. Riyadh, 8/2/2008

Advertisements

12 Responses to "Sayang Pada Tempatnya"

hahahha….Ahmad merasa risih dengan fenomena sayang-sayang-sayang ini ya?! sama dong :mrgreen:

bener banget, sesuatu itu harus diucapkan pada tempatnya. seperti saya juga gak gitu nyaman ma temen2 lawan jenis yang manggil sayang, cinta, darling kecuali kalo dia sedang bercanda maka gak masalah…cuma jangan ampe yach becanda membawa bencana…hmmm gak lucu lagi jadina 🙂

cuma sebagai FYI aja, yang manggil saya gitu itu bukan cowo yang seperti Ahmad ini (notabene-nya normal) tapi cowo gituuuu deh, ngerti kan hehe :mrgreen:

btw, pergaulan lah yang membuat orang menjadi terbiasa mengucapkan kata tsb sehingga dia menerapkan kebiasaannya itu ketika berada dalam pergaulan yang diluar habitatnya (lah kayak hewan aja pake habitat segala!). ya itulah kebiasaan….dia lupa sedang berada di mana. semua hal itu punya tempatnya masing2 termasuk mengucapkan kata sayang, bo!, sob, dll. kalo kita mau dihargai orang lain maka kita harus pandai membawa diri dan bersikap pada tempatnya, setuju gak?! 🙂

meski risih dan sempet geleng2 kepala, tapi saya berusaha memahami tipe orang spt ini dengan tidak bersikap antipati atau ilfeel di depannya….karena saya menghargai perbedaannya itu, jadi dia mau ngapain kek terserah lah yaa, tidak gangguin saya tuh, ngapain repot?!

nice article 🙂

ah, setuju sekali…. penggunaan kata yang tak pada tempatnya malah mengurangi makna kata tersebut ya…

di sini (USA), memang kadang2 orang tak dikenal pun memanggil ‘hon’ ‘honey’ atau ‘darling’, biasanya diucapkan oleh orang-orang tua terhadap anak muda (perempuan) dan konteks-nya pun tidak membuat risih.

saya setuju dgn kang Ahmad, laki2 atau wanita yang sembarang mengumbar kata ‘sayang’ berarti juga tidak menghargai kekasih mereka yang sebenarnya.

@Mer.
Betul jika kata “sayang” diobral, maka lama-lama akan terasa hambar dan maknanya akan berkurang. Jika kata “sayang” ini diucapkan pada waktu yang tepat dan pada orang yang tepat, dan pada kondisi yang tepat, waw…artinya begitu dalam sekali. sekali kita mengucapkannya, efeknya luar biasa terutama pada orang yang tepat yang memang berhak untuk mendapatkannya.

@MbaYonna.
setuju dengan mba yonna bahwa kita harus pandai dalam membawa diri. sesuatu itu pasti ada tempat dan waktunya. dan rasa sayang pun tidak musti diekspresikan dengan verbal tapi jauh lebih dalam yakni perhatian dan tindakan. jika memang si suami sayang sama istrinya, selain care, suami juga berusaha menghindari “sayang” tersebut dengan perempuan lain secara sadar.
oya mba yonna, saya pikir kita nya harus menunjukkan sikap tegas sehingga orang yang kita hadapi menyesuaikan dengan sikap yang kita tunjukkan. ketegasan sikap menjadi perlu dalam hal ini. betul gak ? 🙂
thanks for comment

Halo ahmad, bener banget ketegasan adalah suatu sikap yang harus dimiliki setiap orang. seperti kata Mario Teguh “Kebaikan tanpa ketegasan adalah kelemahan”. jadi, kita harus tau batas-batas saat berinteraksi dengan orang dalam suatu pergaulan…tegas menunjukkan kalo kita punya prinsip, tapi dalam menyampaikan ketegasan jangan lupa untuk tetap tenang, santun dan rendah hati sehingga orang akan respek ma kita, insya Allah.

saya setuju banget, salam 🙂

Halo juga buat mba yonna. betul tegas itu tidak identik dengan kasar. ketegasan bisa disampaikan dengan ketenangan dan percaya diri.
tegas juga dalam pandangan saya adalah bersikap lugas dalam menyampaikan aspirasi dan keinginan. tidak mencla mencle dan tidak banci.
dalam ilmu komunikasi, maka komunikasi itu sangat berkaitan dengan relationship. artinya dengan siapa kita berbicara sangat mempengaruhi bentuk komunikasi yang dilakukan. berhadapan dengan guru tentu berbeda dengan ketika kita berhadapan dengan teman. namun tetap prinsipnya harus respek dan tetap menjaga perasaan diantara para komunikan (orang-orang yang terlibat dalam komunikasi).
ketika seorang laki-laki memaksakan bahwa perkataan sayangnya harus diterima oleh perempuan yang diajak bicaranya, pada saat itulah laki-laki tersebut tidak respek bukan saja sama perempuan tersebut tapi juga sama kekasihnya….betul gak?

halo ahmad,

membaca kata “memaksakan” saja udah bisa dinilai kalo sikap tsb bukanlah sikap yg menunjukkan sikap respek terhadap orang lain. kalo dari contoh kasus yang ahmad umpakan, kayanya itu emang bisa2nya si cowok utk membenarkan perbuatan salahnya agar dianggap benar juga…istilahnya intimidasi deh….ah dasar cowo gombal itu mah :mrgreen:

salam 🙂

salam. hai mba Yonna apa kabar? thanks berat ya sudah bersedia bercurhat dan beride ria di blog saya yang sederhana ini. oya omong-omong, mba yonna kok tidak memilih wordpress sebagai blog mba.
saya pernah berkunjung ke blog mba, tapi saya tidak tahu gimana cara memberikan komentar dan saya harus klik apa. dan saya juga tidak tahu apakah saya juga harus menjadi member multyplai atau tidak. join aja di http://www.wordpress.com, banyak lho tampilan-tampilan yang bagus….gimana tuh, mba?

Halo Ahmad, kabar baek mad….ya saya suka ma tulisan2 Ahmad….saya emang suka ma gaya tulisan sederhana dan membumi tapi memiliki dampak yang tidak sederhana alias luar biasa. luar biasa karena mampu membuat saya berpikir, merenung dan menambah wawasan tentunya.

makasih banyak udah berkunjung ke multiply saya…hehe padahal sign up di multiply cuma iseng2 aja, trus karena disediakan fasilitas blogging akhirnya curhat deh. emang kalo di multiply gitu, baru bisa kasih komen kalo udah sign up, emang lebih ribet daripada wordpress. alhamdulillah kalo ada artikel saya yang bagus, emang mood saya lagi bagus juga kali ya hehe.

salam, thanks 🙂

Salam. hai mba yonna, saya jadi geer nih..heheheh sebetulnya saya juga sedang belajar mengekspresikan diri..ya mirip-mirip bayi kalau mau makan…cuma bisa nangis. dan butuh proses..betul gak?
berkaitan dengan valentine day, saya ucapkan penghormatan dan salut buat mba yonna yang nampaknya aktif dalam mengisi dan memberikan komentar-komentar mengalir dibanyak blog termasuk di blognya mas tasa..heheh dan selalu menulis pertamaxx karena berada didepan garda…heheheh…bagus deh.
:)itung-itung menstimulasi teman-teman bloger lainnya dalam berargumentasi pemikiran.
thanks and have a nice day.

hehehe awas terbang ntar :mrgreen:

ya, mad….emang saya suka iseng aja ngomong pertamax….betul banget, saya emang menstimulan orang lain utk kasih komen…berusaha menghidupkan suasana…kalo hasilnya garing dan norak, maka mohon maaf ya hehe.

makasih banyak ya Ahmad, i take your compliment as motivation. met valentine juga. gak tau kenapa saya selalu tergoda untuk mengomentari artikel2 tasa, tasa emang pinter menarik perhatian kali ya hmmmm….

kalo untuk ahmad, saya emang menyukai topik2 kemanusiaan dan sejenisnya….topik2 yang menggugah hati dan kesadaran, yang memberi pencerahan dan wawasan 🙂

Salam. Hai mba yonna, baguslah, masing-masing dari kita harus bisa menstimulasi agar bisa memecah kebekuan. betul kan? dan saya pikir tulisan-tulisan mas Tasa juga untuk mendobrak sekaligus kemapanan berfikir,dengan demikian, hal-hal baru dan innovasi yang bersifat lebih baik akan sangat mungkin terjadi.
yap, saya setuju banget bahwa berbagai perspektif perlu dibaca sehingga akan memberikan wawasan dan pola pandang baru….
anyway, thanks juga for complimentnya….itung-itung pecut agar berlari lebih kencang dan terbang lebih tinggi..heheheh..thanks

Hai lam kenal…..benci jg sih klo kata sayang itu di obral apa lg yg obral suami sndiri pd teman wanitanya di kantor apa lg selalu di sertai gambar smile cium jauh yg ada jantunganya di bibir ….wlopun itu tujuannya cuma bercanda tp aq yg baca di WA nya secara gk sengaja jd jijik jg krn dr pihak wanita tdk ada respon tuh…..jd seolah olah nih suami ku kena puber k 2 kale ya….maklumlah umurnya sdh menginjak kepala 4 🙂 🙂 🙂 makanya dia obral kata “sayang ” tersebut ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: