Itsme231019

Kecanduan Digendong pada Bayi

Posted on: December 7, 2007

Gimana ya agar si bayi gak kecanduan di gendong? soalnya kalau gak digendong, ia suka nangis dan “ngadat”. maka digendong adalah obat satu-satunya.

Nah pertanyaan yang disebut diatas, yaitu bagaimana menghilangkan kecanduan digendong pada bayi, nampaknya menarik untuk dibahas.

kecanduan berasa dari pembiasaan. si bayi kecanduan digendong karena awalnya terbiasa digendong ibunya. sehingga jika dalam posisi duduk, si bayi kagak kerasan dan langsung terdiam ketika ia digendong.

soal kecanduan ini memang berbaya karena akan menimbulkan ketergantungan yang tinggi. perlu ada langkah yang perlu segera diambil.

dalam konteks kecanduang bayi untuk digendong, maka sang ibu perlu menyadari bahwa segala sesuatu butuh pembiasaan yang bertahap, termasuk untuk menghilangkan kecanduan digendong pada bayi.

sebaiknya, si ibu sekali-sekali membiarkan bayinya lepas dari gendongan. kalau si bayi nangis, adalah hal yang wajar, dan itu sebuah proses.

ketika si bayi lepas dari gendongan, si ibu harus cerdas. si bayi harus dialihkan perhatiannya kepada sesuatu yang lain, sehingga ia melupakan “gendongan” sang ibu.

artinya si ibu, harus kreatif bermain dengan si bayi tanpa harus digendong. insyaAllah, dengan cara ini, kecanduan bayi akan digendong, akan menghilang tanpa harus marah-marah, yang justru tidak dipahami anak sama sekali.

sangat mungkin pada awal proses, si bayi masih akan tetap menangis dan ingin sekali digendong. namun demikain, si ibu tidak usah khawatir dengan tangisannya. yang harus dipikirkan adalah, gimana agar perhatian si anak bisa beralih kepada hal-hal lain selain perhatiannya sama gendongan.

jawabannya adalah, si ibu harus kreatif menciptakan suasana dimana si bayi bisa mengekplor benda-benda sekelilingnya dengan aman dan tetap dalam pengawasan sang ibu.

insyaAllah deh, sang ibu tidak akan terlalu pusing lagi dengan gendongan. toh si bayi sudah terbiasa dengan mainan disekelilingnya.

intinya sih, si bayi jangan dimanjakan dengan kebiasan-kebiasan jelek. tapi sebaliknya, ia harus dibiasakan dengan hal-hal yang positif dan kemandirian. itu semua butuh proses dan tentu saja kreatifitas sang ibu. dan kreatifitas ini tidak akan muncul kecuali lewat pengalamannya terutama dalam mengakses informasi dan wawasan.

so, jika ingin menjadi ibu yang cerdas, maka ia harus mengimprove dirinya dengan banyak membaca, memahami dan kemudian menerjemahkannya dalam prilaku sehari-hari, termasuk perlakuannya terhadap bayi.

sekian deh. ini hanya sekadar ijtihad dan pemikiran saya saja. komentarnya sangat dinanti.

Ahmad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: