Itsme231019

Kebergantungan Buta, Ogah ah…

Posted on: November 23, 2007

begging

Hidup bergantung sama pihak lain akan menumpulkan daya kreatitifas. Oleh karenanya, ketergantungan harus digeser menjadi kemandirian. Kemandirian juga adalah kebebasan dan kemerdekaan.

Dalam kemandirian, akan muncul kedewasaan, kreatifitas, tanggung jawab, keberanian, orisinilitas dan karakter yang bagus.

Ketika saya berfikir tentang kebergantungan, maka pikiran saya tiba-tiba tertumpu pada suatu kondisi dimana seseorang yang punya tingkat ketergantungan yang tinggi sama narkoba, maka ia tidak bisa hidup kecuali dengan mengkonsumsi narkoba.

Lalu bagaimana kondisinya kalau narkoba yang menjadi tumpuan hidupnya tak lagi ada, karena mungkin gak punya uang untuk mendapatkannya? Bisa ditebak, ia akan terdorong untuk mendapatkannya denga cara apapun, sekalipun harus merugikan orang lain. Misalnya mencuri. Ini adalah efek samping dari sebuah kebergantungan. Efeknya sangat negatif dan destruktif baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Saya juga bisa membayangkan bagaimana kebergantungan ini terjadi ketika seseorang masih menggantungkan hidupnya kepada orang tuanya, padahal ia sudah menikah. Masih untung kalau orang tuanya bijak dan bisa menerimanya dengan baik.

Tapi bagaimana kalau kebetulan orangtuanya kurang menerima? Sudah bisa diduga, masalah akan selalu ada. Kebebasan dan rruang gerak pun menyempit,  sehingga akan melahirkan ketidaktenangan yang bersifat psikologis.Lagi-lagi efek dari kebergantungan ini melahirkan efek negatif bagi perkembangan psikologis orang yang bergantung.

Dalam konstruksi pemikiran saya, orang pun bisa bergantung secara pemikiran keagamaan. Yang saya maksudkan dengan kebergantungan kepada pemikiran keagamaan adalah ketika seseorang mengabsolutkan suatu pemikiran sehingga tidak ada pemikiran lain yang benar kecuali pemikiran yang ia pegang erat-erat bahkan membabi buta.

Tentu saja, kondisi ini pun akan melahirkan kemandegan dan kejumudan pemikiran.

Pada tahap ini, jika orang-orang semacam ini tampil dalam arena debat, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah debat kusir yang tak ada ujung solusinya. Maklum dia hanya bisa mereproduksi pemikiran orang lain yang terlanjur dianggap absolut oleh dirinya.

Alhasil, pemikiran yang lain gak ada yang benar. Ketergantungan pada absolutisme pemikiran sama bahanya dengan kebergantungan pada narkoba.

Lalu, saya pun sering melihat begitu banyak orang-orang menjadi peminta-minta di jalan-jalan di kota besar terutama di Indonesia. Baik itu diterminal, di tempat lampu merah ataupun didalam bis.

Ada yang terang-terangan meminta, ada juga dengan cara ngamen, ataupun mengekploitasi ayat-ayat al-qur’an untuk meminta sumbangan dari para penumpang. Saya pikir, duh bangsaku ini penuh dengan mentalitas meminta, mencopet bahkan memaksa penumpang untuk ngasih dia uang (yang terakhir tukang palak).  Saya takut mentalitas semacam ini dijadikan profesi jalanan.

Kalau kondisi semacam ini sudah mengkristal dalam diri mereka, maka mereka tidak bisa hidup kecuali dengan meminta-minta, memalak dan mengemis. Kebergantungan membuat hidup mereka dalam kubangan kemunduran dan kebodohan. Maka, penyadaran publik tentang dignity menjadi penting dalam hal ini.

Supremasi hukum dan law enforcement harus benar-benar ditegakkan. Para penegak hukum harus setia dengan penuh kesadaran dan komitment tinggi terhadap hukum, sehingga akan melahirkan public trust dimasyarakat. Janganlah pembuat hukum menjadi hukum itu sendiri sehingga bisa bebas dari jerat hukum yang dibikinnya. T

Tanamkanlah kesadaran bahwa semua orang sama saja didepan hukum. Tidak pandang bulu. Mentalitas mengemis dan meminta-minta di jalanan sama saja nilainya dengan mentalitas korupsi dipusat pemerintahan, bahkan yang kedua ini lebih buruk dan picik karena uang yang dikorupsi adalah uang rakyat. Uang rakyat dikorupsi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Lalu dimanakah mental kepemimpinan orang-orang yang berada ditempat –tempat terhormat seperti itu. Kalau orang-orang petinggi saja sudah korup, bagaimana pula dengan orang-orang dijalanan. Mereka diajari oleh petingginya untuk korup juga. Untuk bergantung buta, ogah ah. Mendingan mandiri biar bisa merdeka dan berkreasi tanpa ada gangguan psikologis. Mengalir deh dala kubangan kreatifitas. Sepakat !!

Advertisements

2 Responses to "Kebergantungan Buta, Ogah ah…"

Ahmad, ketergantungan buta yang kamu kemukanan memang benar membawa efek negatif dalam kehidupan sosial dan politik. Hal ini terlihat jelas dengan contoh yang kamu kemukakan.

Dalam banyak kasus, banyak orang tidak sadar bahwa sebenarnya ia sudah termasuk dalam kategori ketergantungan buta. Bahkan dalam tingkat tertentu mereka melihat itu sebagai sesuatu yang positif. Contohnya, (tanpa bermaksud untuk mengurui dan menyerang ohiak tertentu) kebiasaan merokok dimulai dengan anggapan bahwa jika merokok maka seseorang akan kelihatannya gagah dan jantan. Kegiatan merokok dianggap sebagai jembatan untuk bergaul dengan orang lain. Ada juga yang merasakan faedah merokok sebagai alat membantu konsentrasi dan membuang stress.

Semantara kebiasaan merokok di nergara maju semakin berkurang, bahkan orang Indonesia yang tinggal di AS cenderung berhenti merokok. Untuk merokok, seseorang keluar dari ruangan dan mencari tempat boleh merokok. Hal seperti ini sangatlah menyiksa orang tersebut, apalagi jika terjadi pada musim dingin. Selain itu, sudah ada larangan merokok untuk seluruh manusia yang tinggal di kota tertentu, kalau tidak salah kota Belmont di California telah menerapkan ketentuan ini.

@Beni Bevly. Salam. Mas Beni, saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke gubuk saya yang sederhana ini. sesungguhnya apa yang saya pikirkan dan tuliskan merupakan proses pemahaman saya dari apa yang saya baca dari tulisan Mas Beni dan Mba Jenni. anyway, tulisannya menginspirasi saya. thanks for visiting me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: