Itsme231019

My village, Cipeujeuh

Posted on: November 21, 2007

Saya dibesarkan pada tigak kampung. karena kampung, maka sebut saja rural area dalam artian didaerah pinggiran. tapi tak apalah, gak jadi soal.

sejak kecil, saya dibesarkan oleh nenek saya yang berdomisili di kampung cipeujeuh. nuansa agama dan kesadaran masyarakatnya terhadap pendidikan dan etos kerja cukup bagus.

kampung cipeujeuh ini terdiri dari tiga kampung, yakni cipeuejuh kidul (cipkid) (selatan), cipeujeuh tengah dan cipejeuh kaler (utara). kebetulan saya besar di cipeuejuh bagian selatan. kampung bagian selatan ini selalu ramai dengan kegiatan, baik itu pengajian orang tua dan remaja.

dari segi seni, cipeujeuh selatan menjadi ikon tersendiri. karena diakhir tahun pelajaran, dikampung ini selalu diadakan imtihan, dalam artian pementasan seni karya guru dengan murid-muridnya. mulai dari drama, kabaret, tari-tarian, pencak silat tak luput dari garapan.

pemuda cipeujeuh selatan ini hingga sekarang masih terus bergerak. pemuda-pemudanya tidak ada yang terlihat ganggur. semuanya beraktifitas. ada yang jadi supir, berdagang, mencangkul, pokoknya bekerja.

tapi kondisi ini tidak terlihat mencolok di cipejeuh tengah maupun di cipeujeuh utara. entah kenapa. 

saya pernah mengikuti pengajian di cipeujeuh utara. menarik sekali ternyata yang mengikuti pengajian itu bukan orang lokal tapi justru dari luar. nampaknya pengajian di cipeujeuh utara ini, gak diminati oleh para remaja.

yang diminati remaja justru nongkrong-nongkrong, begadang dan suka mojok berdua. itulah gambaran sekilat tentang muda-mudi di cipeujeuh utara. hal yang sama juga terjadi di cipeujeuh tengah.

namun demikian, dari cipeuejeuh tengah ini, ada sebagian orang yang mengikuti lifestyle dikampung cipeujeuh selatan. biasanya mereka para remaja yang punya visi yang educated. karenanya memilih untuk bergabung dengan remaja cipeujeuh selatan.

namun kini, saya tidak berada di cipeujeuh selatan, tengah ataupun utara. saya berpindah ke kampung yang bernama kukun. kondisinya lebih parah lagi.

belakangan banyak sekali kasus-kasus hamil diluar nikah dikalangan remaja. pemuda dan pemudinya nampak malas alias ogah-ogahan mengikuti pengajian. kecenderungan minum-minum terlihat kental dikampung ini. pemandangan lain juga seperti praktek perdukuan makin diminati.

dibanding cipeujeuh, kampung kukun lebih parah. bahkan reputasinya menjadi jelek dan stigma ini makin diketahui saja oleh kampung-kampung lain.

saya, tentu punya tanggung jawab sosial bagaimana kampung kukun ini mengalami perubahan positif. rupanya mentalitas, dignity, tanggung jawab, etika, respek, keberanian, kejujuran, merupakan nilai-nilai yang harus ditanamkan tentu saja dengan memberikan teladan real.

mudah-mudahan kampungku menjadi komunitas yang demokratis, berpendidikan, bermental kuat, gigih dan tidak menyerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: