Itsme231019

Sense of Belonging terhadap Bangsa

Posted on: November 19, 2007

sense of belonging

Indonesia adalah negeriku. Saya harus punya rasa memiliki terhadap negeri sendiri. artinya, saya harus menjaganya dengan baik. ketika saya ke Jakarta, maka saya yang dari Bandung, harus menjaga nama bandung dengan baik. Tapi ketika saya berada di luar negeri, maka saya yang asal bandung, maka bukan saja bandung yang saya jaga nama baiknya, tapi juga Indonesia.

yang saya maksud dengan menjaga nama baik disini adalah saya harus menampilkan diri saya dengan sebaik mungkin, yakni mau bekerja keras, tidak menyerah, berkreasi, dan tentu saja menghormati dan respek terhadap yang lain.

saya akui, indonesia, negeriku tercinta, kini lagi terpuruk. banyak sekali bencana baik alami maupun ulah manusia. orang-orang indo pun yang kebetulan menjadi tkw/i di negara orang, banyak mendapatkan pelecehan. kondisi ini jelas sangat berdampak pada harga diri bangsa.

beberapa bloger asal indonesia tidak sedikit yang menyatakan keprihatian yang mendalam terhadap bangsanya sendiri, yang juga bangsa saya juga.

saya tidak mengerti, kenapa pelaku korupsi tega meruksak nama negaranya sendiri dengan ulahnya yang licik dan picik. saya juga tidak mengerti kenapa banyak orang indonesia yang bermental tempe, sebuah mental yang tidak mau kreatif dan tidak pemberani.

jika diperhatikan, ada kecenderungan dalam diri tkw itu untuk punya mental kebergantunan kepada sesuatu. karena tkw itu sudah terbiasa disuruh-suruh, maka cara berfikirnya selalu mengikuti irama orang yang menyuruhnya. kemampuan kreatifitaspun menjadi lumpuh total. dan sangat mungkin, mentalitas ini menginfeksi orang lain yang selanjutnya mengikuti jejak temannya yang terlanjur didikte oleh mentalitas dirinya.

para koruptor pun ternyata punya mentalitas yang menjadi bagian dari kehidupannya. pola fikirnya sudah didikte oleh mentalitas mencuri dan mendapatkan sesuatu dengan jalan pintas. saya berfikir, kalau koruptor kelas kakap tiba-tiba menjadi miskin, maka dia akan berusaha memenuhi keinginannya dengan instant pula, misalnya pergi kedukun.

jadi sesungguhnya mentalitas ini bisa terjadi dikota atau didesa, baik di pusat kekuasaan atau dipinggir perkampungan, namun cara dan implementasinya aja yang berbeda. intinya sama, ambisi mendapatkan sesuatu tanpa susah payah.

bisa jadi, inilah sumber penyakit paling inti yang menggerogoti anak bangsa.

oleh karena itu, hati-hati dengan mentalitas tempe alias mental pecundang. mari kita mulai dari diri kita sendiri dengan mental suka bekerja keras, tiada mengeluh, apresiatif terhadap perbedaan dan kemajuan. mental yang kuat, sepakat !!!!

Terlalu banyak orang yang menjual aset bangsanya sendiri hanya untuk memenuhi aspirasi id-nya (kepentingan perut dan dibawah perutnya sendiri), sudah terlalu sering, orang menghancurkan nama bangsanya dengan cara-cara kasar dan kekerasan.

Maka, sense of belonging terhadap bangsa harus ditunjukan melalui pengkonstruksian karakter yang sportif, ksatria, gigih dan kuat. punya daya kreasi, imaginasi, dan tetap semangat penuh optimis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: