Itsme231019

Mencari yang terbaik

Posted on: November 7, 2007

Hatiku akan tersinggung saat teman ku yang sama2 asing melemperkan kertas kemejaku.

Hari ini ada tkw yang mengadu ke kantor dimana saya bekerja. Ia mengeluh karena ia mendapatkan masalah saat bekerja. Anak majikannya berusaha mengganggu dan hendak melecehkannya.

Tkw ini berusaha memberitahukan prilaku negatif anaknya kepada ibunya. Tapi nampaknya ibunya itu tidak melihatnya sebagai masalah dan menganggapnya sebagai hal yang normal. Aneh sekali, islam disini kok seperti itu ya, orang tua memaknai tindakan asusila anaknya sebagai hal yang sah-sah saja. Saya tidak tahu gimana cara berfikir dia.

Bagaimana kalau seandainya dia punya anak cewek yang diganggu dan dilecehkan sama laki-laki secara paksa, apakah orang tua tersebut melihatnya sebagai hal biasa atau ada reaksi untuk melihatnya sebagai negatif.

Disamping hendak dilecehkan secara seksual  tkw ini juga dipekerjakan ditempat yang lain, selain dirumah majikannya, suatu kondisi yang jelas bertentangan dengan perjanjian kerja. Saya juga gak tahu bagaimana sih keberadaan PK (perjanjian kerja) di mata sang majikan. Apakah mereka setia sama pernjanjian di PK atau PK bagi mereka hanya carikan kertas yang tak bernilai (formalitas).  

Bahkan tkw ini juga mengeluhkan bahwa dirinya tidak mengerti kenapa gaji yang tertulis di PK 600 sar, tapi Cuma dikasih 500 real, itupun dilarang untuk dikirim ke indonesia. Lalu apa fungsinya PK kalau majikan gak setia sama perjanjian. Semuanya penuh paradoks. Kenyataan tak seindah teori. Janji-janji di atas Pk tak lagi punya arti jika realias menunjukan yang sebaliknya. Begitu paradoks bukan.

Dari sisi tkw sendiri,  diawal keberangkatannya, ia juga sempat bermasalah dengan orang tuanya. Ia tidak mendengarkan nasehat orang tuanya yang melarangnya untuk pergi ke saudi menjadi tkw. Saya pikir, nasehat orang tua memang bijak.

Tapi kenapa ya nasehat orang tuanya gak effektif. Padahal kalau nasehatnya logis dan sangat meyakinkan, sangat boleh jadi si anak akan menyadari kebenaran nasehatnya. Dari pengakuan tkw, sesungguhnya dia ingin hidup dan belajar mandiri. Karena motivasi itulah, dalam pikirannya, bahwa bekerja di saudi merupakan jalan tunggal guna merealisasikan aspirasi dirinya dan ingin menunjukan bahwa dirinya bisa.

Tapi sayang seribu sayang, bekeja di saudi nampaknya dijadikan solusi tunggal bagi pemecahan masalah. Seolah-olah tidak ada solusi lain selain menjadi tkw di saudi. Maklum tkw ini realtif baru (istilahnya NON) dan nampaknya juga gak berusaha menyadari bahwa bekerja di Saudii sangat berisiko tinggi baginya. Ia mengetahu bahwa bekerja disaudi sangat berisiko, tapi ia agaknya punya keinginan untuk mencoba.

Tapi kenapa ia mencoba sesuatu wilayah yang justru sudah diketahui akan berbahaya baginya. Ini saya kira perkara pilihan hidup. Saya kira kalau dia yakin dia punya potensi untuk berkembang dan ingin mandiri, maka jalan keluarnya tidak selalu menjadi tkw. Asal ada kerja keras dan kemauan tinggi, di indonesia juga masih banyak wilayah pekerjaan yang lebih terhormat dan lebih selamat.

Pihak orang tua juga semestinya mendidik anak dengan jiwa yang tangguh, pemberani, tidak menyerah dan selalu berusaha mencari yang terbaik. Sehingga sang anak akan terbiasa dengan pilihan yang terbaik. Pilihan menjadi tkw sangat berisiko dan karenanya bukan yang terbaik.

Saya kira ini ada kaitannya dengan pendidikan dari orang tua, pengaruh lingkungan dan akhirnya secara keseluruhan karakter bangsa indonesia yang belum tangguh. Mari kita mulai dari diri kita lalu kita tularkan kepada yang lain sehingga akan terjadi lingkaran dan network dengan kekuatan etika tertinggi. Saya yakin, cepat atau lambat, dignity dan martabat itu bisa kita raih dan nikmati bersama.Sedikit info saja.Tkw yang saya maksud : sri darmawati bt hidayat ohehAsal sukabumi  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: