Itsme231019

Memang dilematis

Posted on: November 7, 2007

dilemaMenjadi tki di saudi memang harus tahan banting, cerdas, dan tahan akan cuaca panas dan dingin. saya hidup di saudi kira-kira sudah 2 tahun lebih 6 bulan. saya bekerja sebagai tki, tapi kebelutan tempatnya dikantor. tugas saya adalah penerjemah istilah orang sininya “mutarjim” atau inggrisnya “translator”.

saya akui pekerjaanku bisa dikatakan boring. bagaimana tidak boring, saya harus bekerja dari jam 8.30 am sampai jam 12.00 pm. (3 jam setengah). dari jam 12.00 pm hingga jam 4.00 pm, saya bisa masak-masak dan nonton bareng teman yang kebetulan dari mesir. dan jam 4.00 pm hingga jam 10.00 pm, saya harus fokus kerja.

meski saya sebagai mutarjim, tapi sesungguhnya lebih dari itu yang saja kerjakan. saya juga harus melayani teman-teman saya yang minta lembaran kertas dicopiin, atau mencarikan file yang diinginkan, mengurus pk, menjadi bendahara, mengatur visa-visa, dan kemudian menyiapkannya untuk dikirim ke indonesia.

dalam posisiku sebagai penerjemah, tugas saya sebetulnya menjadi penting disaat ada tki yang datang kekantor bersama majikannya yang mengeluh. biasanya pihak tkw tidak betah bekerja di tempat majikannya. alasannya bermacam-macam. ada faktor kesalahfahaman, diganggu majikan atau juga anaknya, madam yang suka ngomel, gak dikasih makan, faktor kecemburuan majikan cewek,  atau bisa jadi karena tkw /i itu sendiri yang gak mau cape.

posisi saya memang dilematis. saya terkadang bingung jika melihat orang-orang kita menjadi tkw. diantara mereka memutuskan untuk pulang ke indo, padahal mereka belum selesai kontrak dua tahun (tertulis kontrak kerja di saudi 2 tahun), disatu sisi saya harus meyakinkan bahwa si tkw harus setia sama kontrak yang ditekennya. dalam fikiran tkw, saya tidak memihak dia dan tidak membantu dia karena saya sama-sama orang indo. padahal sesungguhnya saya ingin tkw itu tidak cengen, tidak gampang menyerah. kalau dia punya masalah, tolong dijelasin dengan logika, bukan dengan tangisan cengeng.

karena beberapa tkw selalu memasang “pokoknya saya mau pulang”, tanpa mau menjelaskan alasannya. saya pikir, kok tkw indo gaya gini sini, gak mau mengatakan yang sebenarnya. padahal kalau mengatakan yang sebenarnya, paling tidak saya tahu duduk perkaranya sehingga akan mudah untuk diambil keputusan yang logis.

sesungguhnya, saya ingin perubahan dalam hidup saya. ingin “hijrah” biar hidup ini tidak boring. tapi dengan adanya media blog ini, rasa bosan dan penat saya sedikit mencair, karena saya bisa mengekspresikan diri saya dengan bebas.

lewat internet, saya bisa melihat-lihat dunia. saya bisa tahu apa yang terjadi di indonesia, apa yang dipikirkan para penulis atau bloger asal indonesia. saya berfikir, kalau seandainya para tki dimanapun berada, bisa menggunakan blog dan internet, hebat luar biasa, mereka bisa bikin kekuatan baru. saling bertukar informasi, saling berkirim nasehat dan masukan berharga.

wah, nampaknya sekian dulu ya curhatan saya. memang sih tulisan saya lompat-lompat, belum sistematis. belum urut seperti tulisan miranda risang ayu, atau tulisan jenni s bev yang menjadi inspirasi saya. tapi tak apalah, namanya juga menulis mengalir. menulis di blog, hajar aja lagi. heheheheh thanks for mba jenni. http://www.jennieforindonesia.com/

ahmad, riyadh.

Advertisements

1 Response to "Memang dilematis"

MAS SORY sya mw nanya sedikit ..oalnya ga lama lagi sya jg mw di kirim jadi mutarjim di riyadh…nmgm2 keluh kesah jd mutarjim pa?..n yg pling penting standard gajinya brp?n objekan laihnya pa?
sukron kasiron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: