Itsme231019

kejahatan melahirkan kejahatan baru

Posted on: November 6, 2007

Tadi subuh, aku sempat chating sama istriku. tepatnya tanggal 6/11/2007, jam 5 subuh waktu riyadh, kira-kira di Indo jam 9 pagi. selisih waktunya cuma 4 jam. riyadh lebih lambat 4 jam dari indo.

Pada saat chating, rindu atau sosonoan menjadi introduksi sekaligus penutup. maklum sih persuaan yang geografically berjarak. namun dengan sosonoan tadi, seakan persuaan psikologis tetap terpelihara dengan baik.

Alhamdulilah istriku mengadakan open manajemen sama saya. bahwa dirinya sudah menerima sejumlah uang, dan menarasikan penggunaannya dan jumlah uang yang digunakan secara rinci. bagi saya, ini adalah sebuah pembelajaran. yakni transparansi dalam manajemen dan pengelolaan dana yang bersumber pada kejujuran.

Tentu saja, dalam penggunanan dana, saya kerap mempertanyakan bagaimana dan kenapa, dengan harapan istriku bisa memberikan penjelasan logis sehingga penggunaan dana didasarkan pada prioritas yang dihasilkan dari bernalar dan analisa.

Open manajemen ini perlu dikembangkan sekalipun dalam ranah yang lebih sempit seperti keluarga, karena bukankah lingkungan keluarga merupakan fondasi bagi pembentukan karakter anggota-anggotanya. kalau tidak dimulai secara dini, kapan lagi. mumpung masih ada kesempatan dan kesadaran.

Kalau saya melihat para tkw yang habis-habisan bekerja di saudi. diantara mereka disuruh suaminya untuk mengirimkan uang ke indonesia untuk berbagai “kepentingan”. tapi ternyata banyak terjadi penyelewengan dana. oleh suami, hasil jerih payah dan keringat istrinya itu, digunakan untuk berselingkuh dengan wanita lain, dipakai minum-minum bahkan ada yang dipakai untuk berjudi. Jadi ada penyalahgunaan besar-besaran. Si istri percaya begitu saja sama sang suami, tanpa pernah mengecek buat apa suami menggunakan uang.

Jadilah si istri yang malang, menjadi tkw yang dieksploitasi baik oleh majikannya maupun oleh suaminya. memang malang. Jadi, kalau seandainya suami jujur dan mau mengerti, ia tidak akan membiarkan istrinya tersiksa, apalagi membiarkannya menjadi tkw, sebuah profesi yang dalam opini publik orang saudi sebagai budak yang sah-sah saja diapa-apain, lawong sudah milik mereka.

Yang ingin saya tekankan adalah, kalaupun ada suami yang melepas istrinya bekerja di saudi, bersikaplah setia dan jujur. selalu open manajemen. dan meski istri bekerja, sang suami semestinya tidak bergantung sama jerih paya istri. kalau bergantung, lalu apa fungsinya menjadi suami. bukankah suami adalah orang yang harus bertanggung jawab dalam menafkasi istri.

kalau saya melihat gelombang tkw yang begitu banyak dari Indonesia, saya lalu mempertanyakan, kenapa sih banyak suami di indonesia yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya nyali. saya tidak tahu persis penyebabnya. tapi memang indonesia masih menyimpan banyak masalah.

kita rasa-rasanya perlu terus instropeksi dan terus belajar. udah pasti ada yang salah dalam kita berbangsa dan bernegara. sekian dulu ya curhat dan curat-coretnya.

Riyadh. 6/11/2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: