Itsme231019

Ruang Kebebasan

Posted on: October 28, 2007

Salam buat semua Saya tidak tahu persis apa yang harus saya tulis pada ruang kebebasan ini. Ruang kebebasan kini tergelar didepan saya,lantas bagaimana saya mengisi kebebasan tersebut. Apakah saya bersikap dingin-dingin saja, antusias untuk mengisinya atau malah menolaknya karena berbagai alasan. Tapi kalau dinalar lebih logis, kebebasan ini perlu diisi dengan hal-hal yang positif (baik itu lumrah atau gak lumrah) secara nilai-nilai lokal kita. Atas dasar pikiran inilah, maka kebebasan perlu diisi dengan baik dan bagaimana mengisinya merupakan satu hal yang perlu dikembangkan dan diimprovisasi. Atas kebebasan itulah, saya kemudian bisa menulis versi pikiran dan nurani saya tanpa ada sedikit gerunjelan takut pada diri saya. Maka kebebasan ini perlu dirayakan. Tentu saja, kebebasan yang saya maksud adalah kebebasan yang dewasa dan penuh tanggung jawab. Karena bagaimanapun kebebasan seseorang sangat dibatasi oleh kebebasan orang lain. Disinilah perlu adanya penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain (the others). Tapi kebebasan memerlukan lingkungan yang mendukung. Tanpa lingkungan yang mendukung, maka kebebasan akan berjalan lambat. Artinya kemajuan yang berpijak pada kebebasan pun akan sulit tercipta. Maka apapun yang menghambat kebebasan perlu diminimalisir (untuk tidak mengatakan disingkirkan). Terkadang cara berfikir kita masih dikontrol oleh kungkungan budaya feodalisme sehingga prilaku yang muncul sebanding dengan fikiran yang terdikte tersebut. Oleh karena itu, kita harus bisa merekonstruksi pikiran kita dengan cara yang lebih segar dan mencerahkan secara nalar dan logika. Pikiran kita perlu disegarkan kembali karena fikiran kita merupakan konstruksi sosial yang punya sejarah. Banyak sekali informasi yang masuk kedalam batok kepala kita. Pada satu saat, kita menerimanya secara taken for granted alias begitu saja tanpa rasa curiga, dan disaat lain, kita pun berusaha mempertanyakannya, bagaimana dan kenapa kok bisa begitu. Namun yang kedua ini kita seringkali luput, karena sebagian dari fikiran kita sudah dibrainwashing oleh budaya lokal kita yang mapan. Tak apalah, namun yang jelas, usaha kritis terhadap fenomena sosial perlu dikonstruksi kapanpun dan dimanapun. (beyond the time and place).   

Advertisements

3 Responses to "Ruang Kebebasan"

sip saya setuju sama kamu deh. ruang kebebasan adalah anugrah yang harus disyukuri. dengan kebebasan, kita bisa menjadi diri kita yang sebenarnya. itulah kita, kenapa mesti takut jadi diri kita sendiri. betul ga.

saya setuju sekali dengan kebebasan. tanpa kebebasan, kita sulit menjadi diri ktia sendiri.

ummu sami, thanks atas kontribusi dan partisipasinya. thanks and goodluck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: