<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Haji Mabrur VS Haji Mardud.</title>
	<atom:link href="http://itsme231019.wordpress.com/2008/04/16/haji-mabrur-vs-haji-mardud/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://itsme231019.wordpress.com/2008/04/16/haji-mabrur-vs-haji-mardud/</link>
	<description>mengapresiasi perbedaan, berfikir constructive, progressive dan innovative</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 15:32:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: wongbulu</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2008/04/16/haji-mabrur-vs-haji-mardud/#comment-281</link>
		<dc:creator>wongbulu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 14:06:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/?p=219#comment-281</guid>
		<description>perlu ada reaktualisasi mengenai haji ini, perlu dikaji ulang apa itu istitho&#039;ah?. istithoah bukan hanya sehat fisik dan mempunyai biaya perjalanan untuk melakukan haji, tapi rohani dan pemahaman mengenai esesnsi dan hakikat haji itu sendiri. dan satu lagi banyak temen-temen ente jebolan gontor yang kuliah di cairo melakukan tahaluf untuk bisa haji dan bekerja di musim haji.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perlu ada reaktualisasi mengenai haji ini, perlu dikaji ulang apa itu istitho&#8217;ah?. istithoah bukan hanya sehat fisik dan mempunyai biaya perjalanan untuk melakukan haji, tapi rohani dan pemahaman mengenai esesnsi dan hakikat haji itu sendiri. dan satu lagi banyak temen-temen ente jebolan gontor yang kuliah di cairo melakukan tahaluf untuk bisa haji dan bekerja di musim haji.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2008/04/16/haji-mabrur-vs-haji-mardud/#comment-171</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 09:21:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/?p=219#comment-171</guid>
		<description>salam.
hai mba yonna, thanks atas masukannya.
bisa jadi tuh, bagaimana mau mabrur jika ongkosnya juga dari sumber yang tidak halal. ada juga sih orang yang sebetulnya punya uang pas-pasan, tapi memaksakan dirinya untuk pergi haji. dalam pandangan saya, dalam melakukan haji, tidak boleh ada paksaan dalam diri. haji dilakukan bagi mereka yang benar-benar mampu, artinya tidak boleh memaksakan diri. 
tak dipungkiri juga bahwa bisa jadi atensi pergi haji selain untuk tujuan ibadah, ada tujuan lain yakni belanja. saya pikir, membeli sesuatu gak jadi soal tapi kalau membeli sesuatu diluar kebutuhan prioritas, maka hasilnya akan memberikan kesan konsumtive. memang dari segi bisnis, haji ini merupakan momentum yang punya nilai bisnis. kegiatan keagamaanpun ternyata bisa dijadikan bisnis juga, ya begitulah dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
hai mba yonna, thanks atas masukannya.<br />
bisa jadi tuh, bagaimana mau mabrur jika ongkosnya juga dari sumber yang tidak halal. ada juga sih orang yang sebetulnya punya uang pas-pasan, tapi memaksakan dirinya untuk pergi haji. dalam pandangan saya, dalam melakukan haji, tidak boleh ada paksaan dalam diri. haji dilakukan bagi mereka yang benar-benar mampu, artinya tidak boleh memaksakan diri.<br />
tak dipungkiri juga bahwa bisa jadi atensi pergi haji selain untuk tujuan ibadah, ada tujuan lain yakni belanja. saya pikir, membeli sesuatu gak jadi soal tapi kalau membeli sesuatu diluar kebutuhan prioritas, maka hasilnya akan memberikan kesan konsumtive. memang dari segi bisnis, haji ini merupakan momentum yang punya nilai bisnis. kegiatan keagamaanpun ternyata bisa dijadikan bisnis juga, ya begitulah dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2008/04/16/haji-mabrur-vs-haji-mardud/#comment-167</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:01:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/?p=219#comment-167</guid>
		<description>halo Ahmad, aslm. wr. wb

yah itu lah....gimana mau jadi haji mabrur kalo duit ONHnya dari korupsi atau meras orang? secara sumbernya aja udah keruh pasti ke sananya juga keruh dan berkerak sehingga dosa sudah menjadi budaya termasuk korupsi, korupsi mgkn sudah membudaya karena kalo suatu dosa tidak segera ditinggalkan dia akan menjadi kebiasaan, kalo kebiasaan bisa menjadi budaya. ih na&#039;udzubillah.

btw, perasaan orang pergi ke tanah suci gak cuma untuk tujuan mulia tapi sekalian belanja. emang, mutu produk yang di jual di Arab Saudi jauh lebih bagus dari yang dijual di negara lain punya. Bahkan parfum dengan merk sama lebih harum yang dijual di Arab daripada yang dijual di negara lain, tapi harganya bersaing trus emas (katanya Madinah gudangnya emas cantik), baju, asesori, dll pokoknya semuanya kualitas nomor 1 karena emang QC disana sangat ketat, konon kabarnya jika ditemukan satu barang yang lecet maka akan dikembalikan satu kontainer kepada empunya.

jadi pertanyaan lagi, pergi haji untuk berhaji atau berbelanja?? :mrgreen: thanks, wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo Ahmad, aslm. wr. wb</p>
<p>yah itu lah&#8230;.gimana mau jadi haji mabrur kalo duit ONHnya dari korupsi atau meras orang? secara sumbernya aja udah keruh pasti ke sananya juga keruh dan berkerak sehingga dosa sudah menjadi budaya termasuk korupsi, korupsi mgkn sudah membudaya karena kalo suatu dosa tidak segera ditinggalkan dia akan menjadi kebiasaan, kalo kebiasaan bisa menjadi budaya. ih na&#8217;udzubillah.</p>
<p>btw, perasaan orang pergi ke tanah suci gak cuma untuk tujuan mulia tapi sekalian belanja. emang, mutu produk yang di jual di Arab Saudi jauh lebih bagus dari yang dijual di negara lain punya. Bahkan parfum dengan merk sama lebih harum yang dijual di Arab daripada yang dijual di negara lain, tapi harganya bersaing trus emas (katanya Madinah gudangnya emas cantik), baju, asesori, dll pokoknya semuanya kualitas nomor 1 karena emang QC disana sangat ketat, konon kabarnya jika ditemukan satu barang yang lecet maka akan dikembalikan satu kontainer kepada empunya.</p>
<p>jadi pertanyaan lagi, pergi haji untuk berhaji atau berbelanja?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  thanks, wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
