<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Nyontek, Pengalamanku Waktu Bocah</title>
	<atom:link href="http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/</link>
	<description>mengapresiasi perbedaan, berfikir constructive, progressive dan innovative</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 15:32:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-44</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 16:25:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-44</guid>
		<description>Untuk iphan.
betul sekali bahwa sesungguhnya mencontek sama saja dengan korupsi. karena sesungguhnya tindakan mencontek adalah ingin mendapatkan sesuatu secara mudah dan instant, tidak mau bekerja dan berfikir keras. begitu juga korupsi, pelakunya sesungguhnya pintar, tapi kepintarannya dan posisi yang dipegangnya disalahgunakan untuk mengambil sesuatu secara gampang untuk kepentingan dirinya sendiri. mencontek dan korupsi sama-sama melukai pihak lain. yang penting, kesadaran hidup bahwa hidup ini harus orisinil, harus selalu tumbuh dalam diri kita dan kita sosialisasikan sama lingkungan terdekat kita. setuju ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk iphan.<br />
betul sekali bahwa sesungguhnya mencontek sama saja dengan korupsi. karena sesungguhnya tindakan mencontek adalah ingin mendapatkan sesuatu secara mudah dan instant, tidak mau bekerja dan berfikir keras. begitu juga korupsi, pelakunya sesungguhnya pintar, tapi kepintarannya dan posisi yang dipegangnya disalahgunakan untuk mengambil sesuatu secara gampang untuk kepentingan dirinya sendiri. mencontek dan korupsi sama-sama melukai pihak lain. yang penting, kesadaran hidup bahwa hidup ini harus orisinil, harus selalu tumbuh dalam diri kita dan kita sosialisasikan sama lingkungan terdekat kita. setuju ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iphan</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-43</link>
		<dc:creator>iphan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 16:15:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-43</guid>
		<description>Mungkin gak ya klo itu menjadi salah satu penyebab banyaknya korupsi di Indonesia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin gak ya klo itu menjadi salah satu penyebab banyaknya korupsi di Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-31</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 15:27:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-31</guid>
		<description>@edratna.
Thanks atas kunjungannya. Betul apa yang dikatakn mba edratna, bahwa transformasi nilai-nilai dikeluarga sangat berkontribusi pada pembentukan karakter anak. Kalau saja penyemaian disiplin yang bagus yang berlandaskan semangat kasih sayang, seperti yang Ayah ibu mba edratna lakukan, juga menjadi kesadaran orang tua lainnya, bisa dibayangkan, hasilnya akan spektakuler. bagaimana tidak, saya pikir, prilaku mencuri, prilaku mencontek, prilaku korupsi, akan bisa diminimalisir. jadi, pembentukan mentalitas disaat kecil akan berdampak pada perkembangannya disaat besar dan menjadi bagian integral dari hidupnya. sekian and thanks for comments.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@edratna.<br />
Thanks atas kunjungannya. Betul apa yang dikatakn mba edratna, bahwa transformasi nilai-nilai dikeluarga sangat berkontribusi pada pembentukan karakter anak. Kalau saja penyemaian disiplin yang bagus yang berlandaskan semangat kasih sayang, seperti yang Ayah ibu mba edratna lakukan, juga menjadi kesadaran orang tua lainnya, bisa dibayangkan, hasilnya akan spektakuler. bagaimana tidak, saya pikir, prilaku mencuri, prilaku mencontek, prilaku korupsi, akan bisa diminimalisir. jadi, pembentukan mentalitas disaat kecil akan berdampak pada perkembangannya disaat besar dan menjadi bagian integral dari hidupnya. sekian and thanks for comments.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-30</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 03:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-30</guid>
		<description>Ayah ibu saya guru, beliau mendidik dengan disiplin dan penuh kasih sayang, juga menekankan pada budi pekerti, dan tak mudah ikut2an orang lain.

Saya tidak pernah mencontek, baik di TK s/d PTN. Juga paling ga suka kalau ada teman mau nyontek, untuk menghindari saya selalu duduk di kursi paling depan. Tapi kalau teman-teman pinjam catatan, atau mengajak belajar bersama, dengan senang hati saya akan bergabung. Syukurlah teman saya baik semua, mereka menghargai privacy saya untuk tidak ikutan mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayah ibu saya guru, beliau mendidik dengan disiplin dan penuh kasih sayang, juga menekankan pada budi pekerti, dan tak mudah ikut2an orang lain.</p>
<p>Saya tidak pernah mencontek, baik di TK s/d PTN. Juga paling ga suka kalau ada teman mau nyontek, untuk menghindari saya selalu duduk di kursi paling depan. Tapi kalau teman-teman pinjam catatan, atau mengajak belajar bersama, dengan senang hati saya akan bergabung. Syukurlah teman saya baik semua, mereka menghargai privacy saya untuk tidak ikutan mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: itsme231019</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-22</link>
		<dc:creator>itsme231019</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 11:26:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-22</guid>
		<description>@nengthree.
Makasih juga atas kunjungannya di &quot;gubuk kebebasan&quot; saya. itu merupaka penghormatan bagi saya. Memang, pengalaman kita waktu kecil bisa menjelaskan bahwa budaya yang mengontrol kita tidaklah mencerahkan. Mungkin kita tahu bahwa mencontek itu dilarang, tapi kita jarang diberi tahu kenapa kenapa mencontek itu dilarang. Jadi, waktu kecil, kita tidak diajak untuk berdialog. &quot;ah dasar kamu anak kecil, banyak nanya segala&quot; adalah kata-kata yang kerap saya dengar waktu kecil. jadi apresiasi terhadap kreatifitas tidak ada, bahkan kreatifitas dianggap ancaman dan karena itu dicibirkan. so, mari kita rubah haluan itu kearah yang lebih rasional dan mencerahkan. anyway, thanks for comment.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@nengthree.<br />
Makasih juga atas kunjungannya di &#8220;gubuk kebebasan&#8221; saya. itu merupaka penghormatan bagi saya. Memang, pengalaman kita waktu kecil bisa menjelaskan bahwa budaya yang mengontrol kita tidaklah mencerahkan. Mungkin kita tahu bahwa mencontek itu dilarang, tapi kita jarang diberi tahu kenapa kenapa mencontek itu dilarang. Jadi, waktu kecil, kita tidak diajak untuk berdialog. &#8220;ah dasar kamu anak kecil, banyak nanya segala&#8221; adalah kata-kata yang kerap saya dengar waktu kecil. jadi apresiasi terhadap kreatifitas tidak ada, bahkan kreatifitas dianggap ancaman dan karena itu dicibirkan. so, mari kita rubah haluan itu kearah yang lebih rasional dan mencerahkan. anyway, thanks for comment.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nengthree</title>
		<link>http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-20</link>
		<dc:creator>nengthree</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 01:33:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/26/nyontek-pengalamanku-waktu-bocah/#comment-20</guid>
		<description>makasih udah mampir di web log saya..
&quot;Hidup mencontek&quot;
hehehe..
saya juga dulu pernah ko mencontek terutama PR, tapi kalo ulangan sejak SMA udah ga ma nyontek lagi, soalnya sesemprna apa pun nilainya ga mendatangkan kepuasan batin buat saya.
makanya mencontek harus dihindari..
dan sekarang saya sedang mendidik anak2 di sekolah supaya ga tersenth sedikit pun dengan bdaya mncontek.. setuju???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih udah mampir di web log saya..<br />
&#8220;Hidup mencontek&#8221;<br />
hehehe..<br />
saya juga dulu pernah ko mencontek terutama PR, tapi kalo ulangan sejak SMA udah ga ma nyontek lagi, soalnya sesemprna apa pun nilainya ga mendatangkan kepuasan batin buat saya.<br />
makanya mencontek harus dihindari..<br />
dan sekarang saya sedang mendidik anak2 di sekolah supaya ga tersenth sedikit pun dengan bdaya mncontek.. setuju???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
